Demokrat Situbondo Dorong Sosialisasi Program Brantas Lewat Kader Posyandu

Anggota DPRD Situbondo dari Fraksi DNS, Janur Sasra Ananda, terus mendorong agar program layanan kesehatan gratis tanpa batas (Brantas) benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan menggandeng Rumah Sakit Elizabeth Situbondo untuk menggelar sosialisasi bersama kader posyandu.

Menurut Janur, posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak informasi di tengah masyarakat. Karena itu, mereka dilibatkan secara langsung agar mampu menjelaskan tentang manfaat hingga mekanisme program Brantas.

“Masih ada warga yang belum mengetahui program ini. Padahal Brantas memberi kesempatan masyarakat untuk berobat gratis hingga sembuh tanpa khawatir soal biaya. Kader posyandu inilah yang bisa membantu menyebarkan informasi lebih luas,” ungkap Janur.

Kader Posyandu menyampaikan aspirasi

Tak hanya menjelaskan manfaat program, RS Elizabeth juga memberikan pemaparan mengenai jenis-jenis penyakit yang tidak ditanggung oleh Brantas. Hal ini penting agar masyarakat lebih paham dan tidak menimbulkan kesalahpahaman saat mengakses layanan kesehatan.

“Nama penyakit biasanya menggunakan istilah medis yang sulit dipahami masyarakat. Karena itu kami sampaikan secara sederhana, bahkan dalam bahasa Madura, lengkap dengan ciri-cirinya,” tambah Janur, yang juga duduk di Komisi IV DPRD Situbondo.

Sementara itu, Humas RS Elizabeth, Hartodi, memastikan pihaknya sudah melayani pasien Brantas sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo di bidang kesehatan.

“Selain itu kami juga memberikan edukasi kesehatan dan memperkenalkan layanan yang tersedia di RS Elizabeth. Ada sekitar 144 penyakit yang tidak bisa dirujuk ke rumah sakit dan harus ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para kader posyandu yang hadir. Salah satu kader, Nurhayati, menyebut sosialisasi ini sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Selama ini banyak warga bertanya kepada kami soal berobat gratis lewat Brantas, tapi tidak semua kader bisa menjelaskan detailnya. Setelah dapat penjelasan langsung dari rumah sakit, kami jadi lebih paham dan bisa menyampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan informasi mengenai program Brantas bisa menjangkau masyarakat lebih luas melalui kader posyandu yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *